Thursday, September 9th, 2010

Banyak orang tua, istri, suami, anak, dan kekasih mengungkapkan cinta hanya dengan kata-kata atau hanya dengan perbuatan. Banyak orang membanting tulang mencari nafkah demi orang-orang yang dicintainya, mereka anggap telah melakukan suatu yang disebut cinta. Tetapi ternyata mereka salah dan mereka dicampakkan. Mereka baru melakukan suatu yang disebut dengan kewajiban, bukan cinta.

Kalau D’Masiv menyanyikan Cinta Ini Membunuhku.
Aku menyanyikan Rindu Ini Membuhuhku. Cinta tidak membunuh, tapi rindu.

Bisakah satu kecupan manis darinya mencairkan rinduku?
Ataukah aku butuh seratus kecupan? Tidak, tidak, aku butuh seribu kecupan. Atau sejuta?

Oh rindu, kenapa kau buat aku menjadi begini.
Mengapa membuatku merana dalam kesendirian.

Sering kutanya diriku sendiri, “Siapakah diriku ini?”. Tidak ada jawaban. Sampai aku kenal kamu, kamu menjawabnya dengan lantang, “Kau adalah cintaku, sayangku, manisku, buah hatiku, belahan jiwaku”.

Memanggilmu manis, kau sebut aku perayu.
Memanggilmu cantik, kau sebut aku gombal.
Memanggilmu si baik hati, kau sebut aku ada maunya.
Memanggilmu sayang, kau sebut aku penipu.
Boleh kau sebut aku perayu gombal yang banyak maunya.
Tapi tolong, tolong, tolong.
Tolong sekali lagi.
Tolong jangan sebut aku penipu.
Aku benar sayang kau.

I’ll Have To Say I Love You In A Song ditulis oleh Jim Croce. Jim Croce ini termasuk tipe yang membenci pertanyaan, berargumentasi terutama yang berhubungan dengan uang. Pada suatu hari Ingrid, istri Jim Croce mempertanyakan status keuangan keluarga. Dan sudah pasti Jim kesal dan langsung meninggalkan kamar tidur. Pada pagi harinya, Jim membangunkan Ingrid dengan menyanyikan lagu baru ciptaannya. “Every time I tried to tell you the words just came out wrong. So I’ll have to say I love you, in a song.”

Kalau lagu Ocean Deep dan Hold Me Now adalah lagu broken heart, lagu putus asa. Lagu The Rose ini memberi spirit cinta. Aku sangat suka lirik-liriknya sangat sangat indah.

Ada dua tipe orang yang bisa mengatakan “Masih banyak ikan di lautan”. Tipe pertama, orang ini tidak serius waktu mengatakan kata-kata itu, bercanda, untuk menghibur hati. Tipe kedua, orang yang belum mengenal arti cinta sejati. Cinta itu banyak tapi yang mana yang sejati? Can he/she tells you? Makanya “Masih banyak ikan di latuan”.

Kata-kata terindah

Toshinobu Kubota, yang biasa dipanggil Shinji mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya di negerinya yang lama untuk mencari hidup yang lebih baik di Amerika. Ayahnya memberinya uang simpanan keluarga yang disembunyikan di dalam kantong kulit. “Di sini keadaan sulit,” katanya sambil memeluk putranya dan mengucapkan selamat tinggal. “Kau adalah harapan kami.”
Share on Facebook

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus diangsur seumur hidupnya. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi “Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu!” tertanda, Dr. Howard Kelly.