Thursday, March 11th, 2010

Sering dijumpai karakter wayang yang kepalanya diberi warna hitam. Warna hitam tersebut merupakan tanda sebagai pembeda kalau karakter wayang tersebut adalah titisan Dewa Wisnu.

Ketika itulah muncul Dewa Ruci yang sangat kasihan melihat Bima. Ia memancarkan sinar cemerlang yang menyebabkan Bima siuman. Alangkah kagetnya Bima melihat seorang manusia yang sangat kecil namun sangat mirip dengan dirinya. Manusia itu berkata, “Aku ini Dewa Ruci yang disebut juga Nawaruci. Aku datang untuk menolongmu Bimasena. Wahai kesatria perkasa, masuklah ke dalam telingaku. Di dalam diriku, engkau akan menemukan apa yang kaucari’.”

Pernah satu kala Pandawa ditipu dan hendak dibakar hidup-hidup oleh Kurawa. Namun berkat peringatan Raden Jamawidura, paman dari Pandawa dan Kurawa, Pandawa cepat menyelamatkan diri. Namun Pandawa tidak kuasa menghindar dari tipu daya Kurawa. Karena kemurahan dewa, Pandawa dapat meloloskan diri ke dalam perut bumi dengan mengikuti seekor garangan (sebangsa musang) putih, hingga bertemu dengan Hyang Antaboga. Kemudian Bima yang waktu itu bernama Raden Bratasena dikawinkan dengan Dewi Nagagini, dan berputra seorang laki-laki bernama Raden Anantaredja atau Anantasena. Anantasena merupakan anak tertua dari Bima.

Dewi Arimbi seorang puteri Raksasa, saudara Prabu Arimba, seorang raja raksasa di Pringgadani. Di dalam mimpi Dewi Arimbi bertemu dengan Bima, Padawa yang kedua. Maka dicarilah dan ketemulah Bima yang pada saat itu dikenal dengan Raden Bratasena. Setiba Dewi Arimbi dihadpan Raden Bratasena lalu memeluk kaki Raden Bratasena dengan melahirkan kehendaknya.

Anak semata wayang artinya anak satu-satunya. Tapi kenapa harus disebut semata wayang untuk menggambarkan ketunggalannya?

Gampang saja karena wayang (kulit) hanya punya satu mata, makanya tunggal atau satu-satunya dilambangkan dengan semata wayang.

Siapa ya Jabang Tutuka itu? Banyak yang tahu nama Gatot Kaca, tapi nama Jabang Tutuka tidak banyak dikenal. Inilah lakon dari Jabang Tutuka alias Gato Kaca alias Kesatria Pringgadani (The Flying Knight Of Pringgadani) alias Kesatria seribu nama.

Dari seluruh Pandawa, Bima yang paling dibenci oleh Kurawa. Bima memiliki tubuh yang paling kuat di antar Pandawa dan Kurawa. Dia mampu mengalahkan Duryodhana dan Kurawa lainnya. Waktu perang tanding antara Bima dan Kurawa, pihak Kurawa selalu kalah dan dihajar habis-habisan. Duryodhana, yang tertua dari Kurawa sangat membenci Bima dan selalu mencari cara untuk membinasakan Bima. Kebencian ini semakin bertambah karena ketakutan akan lepasnya tahta dari tangannya.

Ada yang ketinggalan ketika posting Prabu Judistira. Kebanyakan tokoh wayang memiliki banyak nama. Ada nama kecil, nama yang diberikan oleh dewa, nama yang dipakai setelah mencapai suatu posisi. Prabu Judistira pada masa mudanya dipanggil Raden Puntadewa. Ini ada cerita pendek mengenai Raden Puntadewa.

Prabu Judistira seorang radja di Amarta, putera Prabu Pandudewanata, ialah Pendawa jang tertua. Pada masa mudanja bernama Puntadewa.

Judistira seorang jang sabar sekali hingga disebut, orang, ia berdarah putih, karena tak pernah marah. Karena sifatnja itu, Judistira terdjauh dari pada bahaja.

Gatotkaca sangat hebat tapi sayang dia harus mati di usia muda. Kematian Gatotkaca sudah diatur oleh Prabu Kresna. Prabu Kresna menginginkan kemenangan sempurna bagi pihak Pandawa dalam perang Bharatayudha. Beliau takut dengan panah andalan Karna yang bernama Kunta. Kunta adalah senjata pemberian Batara Indra. Panah tersebut merupakan senjata yang maha ampuh, tidak ada senjata yang lebih hebat dari Kunta. Tapi sayang Panah Kunta hanya bisa digunakan sekali.