<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nukilan Hidup &#187; Realita</title>
	<atom:link href="http://nukilan.com/category/realita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nukilan.com</link>
	<description>Ketika petikan kata-kata menjadi sebuah blog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Oct 2009 14:07:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Jabatan Atau Gaji</title>
		<link>http://nukilan.com/2009/09/04/jabatan-atau-gaji.htm</link>
		<comments>http://nukilan.com/2009/09/04/jabatan-atau-gaji.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 16:15:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Realita]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nukilan.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[perbandingan antara jabatan dan gaji, mana yang harus diutamakan pada saat mencari kerja.


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jabatan atau gaji, selalu menjadi perdebatan seru. Waktu aku mau jilid buku, aku ngobrol dengan tante yang jaga toko. Tokonya sepi, sepi sekali, ngobrol hampir 3 jam hanya ada 1 pelanggan fotokopi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku baru disadari oleh cerita tante itu, tante itu bercerita tentang anak-anaknya. Salah satu anaknya kuliah di pariwisata. Sebelumnya anaknya kuliah di sana, semua orang menentang dan bilang kalau nantinya akan jadi pesuruh ini itu di hotel atau di restoran (pelayan). Kenyataannya dia menjadi supervisor yang wow dan menjadi buruan restoran papan atas. <span id="more-217"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari, datanglah owner dari restoran lain menawarkan pekerjaan dan menawarkan pekerjaan yang bisa dia ambil kapan pun dengan gaji lebih besar dari gaji terakhir. Well, dia bimbang dengan tawaran tersebut. Sedangkan tempat dia bekerja sekarang, group, akan membuka restoran baru dan meminta dia menjadi GM untuk restoran tersebut. Hitung kiri hitung kanan, gaji masih kalah dengan tawaran dari restoran sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bimbang dirinya, ditanyakanlah masalah tersebut ke dosen pengajarnya. Dosen tersebut berkata lebih baik ambil jabatan dari pada gaji.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa? Coba pikir, apa yang orang tanya ketika kalu berbincang mengenai karir? Tentu mereka tanya jabatan baru gaji.</p>
<p style="text-align: justify;">Jabatanmu apa sih? Oh jabatanku manager. Oh jabatanku General Manager. Coba bayangkan gengsinya, GM dan Manager, walau kenyataan gajinya belum tentu lebih tinggi. Tapi banyangkan kembali ketika si GM pindah ke perusahaan lain, dia memiliki kartu AS untuk menawar gaji yang lebih tinggi ketimbang kalau jabatannya Manager.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, utamakanlah jabatan ketimbang gaji.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya guyon saja ya, kapten dengan gaji jendral lebih enak atau jendral dengan gaji kapen lebih enak? Enakan jadi jendral bergaji kapten, bisa nyuruh kapten jadi supir, hehehe.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2009/09/04/jabatan-atau-gaji.htm" target="_blank"><img src="http://nukilan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2009/09/04/jabatan-atau-gaji.htm" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukilan.com/2009/09/04/jabatan-atau-gaji.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup</title>
		<link>http://nukilan.com/2009/02/02/hidup.htm</link>
		<comments>http://nukilan.com/2009/02/02/hidup.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 13:12:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Realita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nukilan.com/2009/02/02/hidup.htm</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin pernah kita bertanya, untuk apa kita hidup, untuk apa kita bertahan hidup, toh nantinya aku, kamu, dia, semua orang akan mati, mati, mati, membusuk dimakan cacing.
Karena nyawa telah ditiupkan ke tubuh ini sehingga bisa bergerak, berrasa, dan  berpikir, maka kita harus hidup seperti yang telah ditetapkan. Kita harus hidup karena kita memang hidup [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mungkin pernah kita bertanya, untuk apa kita hidup, untuk apa kita bertahan hidup, toh nantinya aku, kamu, dia, semua orang akan mati, mati, mati, membusuk dimakan cacing.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena nyawa telah ditiupkan ke tubuh ini sehingga bisa bergerak, berrasa, dan  berpikir, maka kita harus hidup seperti yang telah ditetapkan. Kita harus hidup karena kita memang hidup dan layak hidup. Tapi hidup macam apa yang ingin kita hidupi? <span id="more-178"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak orang hidup namun telah mati sebelum masanya.<br />
Banyak orang hidup untuk masa lalunya.<br />
Banyak orang hidup tetapi tidak merasakan arti hidup itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanya kepada dirimu sendiri:</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kamu telah hidup untuk dirimu?<br />
Apakah kamu telah hidup untuk orang yang kamu cintai?<br />
Apakah kamu telah hidup untuk yang kamu percayai?<br />
Siapakah yang akan menangisimu ketika waktunya datang?</p>
<p style="text-align: justify;">Tanya juga kepada orang sekitarmu, yang dekat denganmu:</p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang telah kamu lakukan untuknya?<br />
Bagaimana kalau besok aku mati?<br />
Apa yang kau rasakan kalau aku mati?<br />
Akankah aku dilupakan?</p>
<p style="text-align: justify;">Kita hidup dan kalau ingin benar-benar hidup, kita harus berusaha menjadi yang terbaik, kakak terbaik, anak terbaik, suami terbaik, istri terbaik, teman terbaik, dll. Rasakanlah hidup ketika orang yang kita sayangi berkata di depan banyak orang, &#8220;kamu adalah istri terbaik&#8221;. Detik itu juga kamu akan rasakan apa itu hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamu akan rasakan darah dan darah itu yang mengaliri hidup ini.<br />
Kamu akan rasakan jantung dan jantung itu yang mempompa hidup ini.<br />
Kamu akan rasakan tulang dan tulang itu yang menompang hidup ini.<br />
Kamu akan rasakan paru-paru dan paru-paru itu yang membakar hidup ini.<br />
Inilah yang kusebut hidup. Apakah pernah kamu rasakan?</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2009/02/02/hidup.htm" target="_blank"><img src="http://nukilan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2009/02/02/hidup.htm" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukilan.com/2009/02/02/hidup.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bergulir</title>
		<link>http://nukilan.com/2008/11/05/bergulir.htm</link>
		<comments>http://nukilan.com/2008/11/05/bergulir.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 15:38:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Realita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nukilan.com/2008/11/05/bergulir.htm</guid>
		<description><![CDATA[Dasar dari kehidupan adalah perubahan. Dan perubahan itu abadi.  Panas dan dingin. Menang dan kalah. Untung dan rugi. Datang dan pergi. Kuat dan lemat. Benar dan salah. Bahagia dan sedih.  Begitulah hidup bergulir,  itulah hukum abadi, hukum sebab akibat.
Dulu aku bahagia sekarang aku sedih. Lalu aku bahagia lagi lalu sedih lagi.
Dulu aku [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://nukilan.com/2007/05/10/album-kenangan-kehidupan.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Album Kenangan Kehidupan'>Album Kenangan Kehidupan</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dasar dari kehidupan adalah perubahan. Dan perubahan itu abadi.  Panas dan dingin. Menang dan kalah. Untung dan rugi. Datang dan pergi. Kuat dan lemat. Benar dan salah. Bahagia dan sedih.  Begitulah hidup bergulir,  itulah hukum abadi, hukum sebab akibat.<span id="more-174"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dulu aku bahagia sekarang aku sedih. Lalu aku bahagia lagi lalu sedih lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dulu aku sedih lamaaaaa sekali karena aku terlalu terikat dengan kebahagiaan dan tidak bisa melepaskannya pada saat terjadi kesedihan. Sehingga tersiksa oleh beban yang telah berlalu. Istilah dalam dunia investasi adalah cut loss.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan tidak terikat pada sesuatu kita bisa bebas berubah dan menyesuaikan diri dengan perubahan. Tetapi inikan hanya konsep belaka berbeda dengan kenyataan. Pada kenyataan, perasaan lebih banyak mengambil ahli bagaimana kita menyingkapi suatu permasalahan.  Perasaan adalah unsur yang terkuat dan terlemah dalam diri manusia. Perasaanlah juga yang paling banyak berperan dalam keterikatan kita terhadapan masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau sudah ketemu masalah dengan yang namanya perasaan, aku hanya bisa mengandalkan pengalaman yang pernah terjadi. Dipeljari dan diambil keputusan.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga kesedihan berganti menjadi kebahagiaan.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2008/11/05/bergulir.htm" target="_blank"><img src="http://nukilan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2008/11/05/bergulir.htm" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://nukilan.com/2007/05/10/album-kenangan-kehidupan.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Album Kenangan Kehidupan'>Album Kenangan Kehidupan</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukilan.com/2008/11/05/bergulir.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Album Kenangan Kehidupan</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/05/10/album-kenangan-kehidupan.htm</link>
		<comments>http://nukilan.com/2007/05/10/album-kenangan-kehidupan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2007 04:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>richardee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Realita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nukilan.com/2007/05/10/album-kenangan-kehidupan.htm</guid>
		<description><![CDATA[Sambil kupejamkan mata aku mendengarkan bait demi bait lagu Klymaxx yang baru saja aku download. Meski belum pernah mendengarkan sebelumnya tapi rasanya telinga ini tak pernah berbohong, hampir kurasakan koleksi laguku yang telah ku nikmati memiliki ketukan dan beat yang hampir hampir mirip, khas beat 80an. Tak seperti biasa, hari hari terakhir ini aku merasa cengeng, tak terasa mataku berkaca kaca. Lagu lagu lama itu telah membawa anganku kembali ke masa lalu, seakan ku dituntunnya untuk melongok lagi ke belakang. Tak sadar aku telah membuka album kenangan lamaku.


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sambil kupejamkan mata aku mendengarkan bait demi bait lagu Klymaxx yang baru saja aku download. Meski belum pernah mendengarkan sebelumnya tapi rasanya telinga ini tak pernah berbohong, hampir kurasakan koleksi laguku yang telah ku nikmati memiliki ketukan dan beat yang hampir hampir mirip, khas beat 80an. Tak seperti biasa, hari hari terakhir ini aku merasa cengeng, tak terasa mataku berkaca kaca. Lagu lagu lama itu telah membawa anganku kembali ke masa lalu, seakan ku dituntunnya untuk melongok lagi ke belakang. Tak sadar aku telah membuka album kenangan lamaku.<br />
<span id="more-159"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sampai suatu saat terpikirkan untuk dapat terlahir kembali ke masa lalu, masa yang luar biasa. Berandai jika memiliki mesin waktu seperti The Time Machine-nya Guy Pearce, aku bebas pergi ke lorong waktu manapun. Tentu saja yang aku inginkan untuk kembali ke kampung halamanku, bertemu dengan teman-temanku semasa aku duduk di bangku sekolah. Pasti teman-temanku  memiliki perasaan yang sama untuk merindukan hal itu. Sepanjang waktu aku bisa bersama teman-temanku meski kadang cuma berbicara yang tak ada juntrungannya. Bukan hanya itu. Aku akan berusaha memperbaiki kekuranganku untuk yang kedua kalinya meskipun seorang Guy Pearce pun gagal menghidupkan kembali kekasihnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu lalu saat pulang kerumah, tak sengaja terlihat album foto lama terbuka. Foto-foto itu sudah tampak berdebu, berbau apek dengan warna warna yang kusam tak seperti hasil foto sekarang. Tapi justru itu semua yang bisa menghidupkan kembali kenangan  lamaku. Aku bisa melihat diriku waktu kecil, waktu aku berambut panjang, sungguh pengalaman yang menggelikan saat itu. Kutatap foto foto lama orang tuaku saat mendekap diriku dengan kulit dan badan yang masih segar. Kulihat teman-temanku dalam rangakain foto yang lain. Semua kulihat sambil mengembalikan kenanganku ke masa lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kutepis lamunanku. Semuanya sudah berubah kini. Tak ada lagi rambut panjang bahkan sekarang kepalaku sudah mulai botak. Bersyukur kedua orang tuaku masih sehat meski mereka terlihat renta. Tak terdengar juga kabar teman temanku. Semuanya telah berubah seiring berjalannya waktu yang terus berjalan, ketika mentari pagi menggantikan gelapnya malam yang berputar tak kenal lelah. Serasa masa indah itu berjalan terlalu cepat tanpa memberiku kesempatan berasyik masyuk dengan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi sekarang bukanlah masa lalu, aku hidup dimasa sekarang yang bertambah lama bertambah keras. Bukan saatnya lagi aku harus disuapin kedua orangtuaku justru aku yang harus gantian menyuapi mereka. Tahun demi tahun dilewati, memutihkan rambut mereka, menjadikan kulit mereka keriput, kondisi raga yang tak sekuat dan selincah dulu. Lagi-lagi lamunanku berharap pada mesin waktu untuk dapat mengembalikan mereka orang orang yang aku sayangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasa-rasanya menentang kodrat apabila mesin waktu itu benar benar ada untuk dapat  kembali ke masa lalu, dan untuk mengubah keadaanku. Seakan tidak bersyukur atas apa yang telah dikaruniakan Sang Khalik. Ku masih ditiupkan nafas kehidupan, melihat dunia ini berubah, mendengar kabar baik. Sadar bahwa waktu tak mungkin dihentikan sedetikpun, apalagi untuk mundur ke belakang. Realistis dan optimis untuk menatap masa depan, membuat album kenangan baru bagi kehidupanku dengan sesekali membuka album kenangan lama. Takkan bisa mengelak akan hal ini, waktu terus berlalu, rintangan harus tetap dilalui untuk dapat bertahan dalam menatap masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Bersyukurlah hari ini kita masih dapat berjumpa dalam kasih sayangNya<br />
Berdoalah dari semua cita cita hidup di dunia dan jangan kita lupa Dia yang ada di atas sana kawan</em></p>
<p style="text-align: justify;">Sayup sayup lagu 7 Bintang mengalun sendu. Pikiranku kembali melayang, kerinduanku akan masa lalu memuncak, kenangan yang takkan pernah terhapuskan dalam ingatanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Jakarta, 09 Mei 2007, 11:02 PM</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2007/05/10/album-kenangan-kehidupan.htm" target="_blank"><img src="http://nukilan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2007/05/10/album-kenangan-kehidupan.htm" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukilan.com/2007/05/10/album-kenangan-kehidupan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lajang tetapi bukan jalang</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/20/lajang-tetapi-bukan-jalang-2.htm</link>
		<comments>http://nukilan.com/2007/04/20/lajang-tetapi-bukan-jalang-2.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2007 08:20:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>richardee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Realita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/20/lajang-tetapi-bukan-jalang-2.htm</guid>
		<description><![CDATA[Kapan Kawin? Kapan Kapan
Begitulah bunyi sebuah tagline iklan rokok yang sedang marak menghiasi televisi dan sepanjang jalan di Jakarta. Divisualisasikan oleh Agus Ringgo dengan tampang uniknya menjadi pelengkap kekonyolan. Iklan yang menggelitik dan satire yang menertawakan pada kehidupan mengajak untuk menikmati kehidupan.

Seakan berpihak pada kaum lajang yang kadang jalang merasa tersanjung mengangkat masalah ini menjadi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://nukilan.com/2009/04/27/kata-bukan-cinta-laku-bukan-cinta.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kata Bukan Cinta, Laku Bukan Cinta'>Kata Bukan Cinta, Laku Bukan Cinta</a></li><li><a href='http://nukilan.com/2009/02/02/hidup.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup'>Hidup</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Kapan Kawin? Kapan Kapan</em></p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah bunyi sebuah tagline iklan rokok yang sedang marak menghiasi televisi dan sepanjang jalan di Jakarta. Divisualisasikan oleh Agus Ringgo dengan tampang uniknya menjadi pelengkap kekonyolan. Iklan yang menggelitik dan satire yang menertawakan pada kehidupan mengajak untuk menikmati kehidupan.<br />
<span id="more-150"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Seakan berpihak pada kaum lajang yang kadang jalang merasa tersanjung mengangkat masalah ini menjadi pembicaraan hangat. Masalah yang kadang menjadi perdebatan sengit. Membanding bandingkan hidup melajang dengan berkeluarga sama saja mengurai benang kusut, tidak ada titik temunya. Kadang beban itu terasa berat karena pengaruh orang-orang di sekitar kita. Orangtua kita pastinya mengharapkan kita memiliki pasangan untuk melalui kehidupan kecuali bagi yang merelakan anak anak mereka untuk melayani Tuhan menjadi biarawan. Belum juga lingkungan terdekat kita seperti mengejar kita buat cepet cepet menikah. Layaknya target yang menjadi sasaran tembak.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari yang lalu sempat melihat lihat rubrik iklan jodoh di sebuah terbitan ibukota berskala nasional. Yang mencari dengan kriteria yang demikian runtut, dari soal fisik, materi, dan sifat sifat yang lain. Hati kecut menertawakan diri sendiri. Berkaca pada diri sendiri karena tuntutan kehidupan yang selalu berkembang membuat menjadi narsistis. Karena ganteng harus mencari yang cantik, karena kaya harus mencari yang kaya (kalau bisa yang lebih kaya), karena gaul harus mencari gaul juga. Mencari selevel yang akhirnya selalu saja ada tembok besar menghalangi layaknya masuk dalam labirin, untuk menemukan jalan keluar yang ibaratnya menemukan kesamaan akan luar biasa rumit. Yang kadang justru tersesat terlalu dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak adil jika hanya menilai yang lajang. Dibanding dengan hidup melajang sepertinya hidup berkeluarga pasti lebih mengasyikkan apalagi jika ditambah buah hati pasti lebih lengkap lagi. Bahagia rasanya bila hidup sempurna indah seperti itu. Tetapi setali tiga uang hidup berkeluarga pun membutuhkan lebih banyak pengorbanan. Menurut orang orang yang sudah berkeluarga mereka seperti terpenjara jiwa. Semua itu kembali dari masing-masing pasangan dalam saling mengisi dan mengontrol emosi mereka dalam menghadapi perbedaan. Janganlah kapal sampai oleng bahkan karam sebelum sampai menuju pelabuhan. Apakah anggur manis itu direguk hanya dalam hitungan hari? Perkawinan itu sakral dan bukan main main yang tidak dengan mudah dicampakkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Biarkan jika harus dikejar dengan orangtua, teman-teman bahkan umur yang terus menanjak naik. Dengarkan hatimu berbicara bukan dari orang lain. Perkawinan tidak harus mengalahkan segalanya dan bukan akhir dari tapal batas kehidupan, karena justru disitu adalah awal dari kehidupan sesungguhnya. Beranikah kita melangkahkan kaki ke awal kehidupan baru. Egois jika perkawinan sampai menanggalkan status prinsip atau yang lebih parah lagi karena gelimang kilau harta. Itu hanyalah cinta yang tergadai. Janganlah menjadi lajang sekaligus jalang yang mengeksploitasi kenikmatan sesaat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesimpulannya hidup menjadi lajang atau menikah adalah pilihan. Masing-masing memiliki jalan dan keunikan serta resiko masing masing. Jika kita bisa mengikuti iramanya jalan terjal berbatu jika dihadapi dengan hati yang lepas akan terasa sangat menyenangkan. Ikuti saja seperti air mengalir.</p>
<p style="text-align: justify;">Jakarta, 19 April 2007, 11:01 PM</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2007/04/20/lajang-tetapi-bukan-jalang-2.htm" target="_blank"><img src="http://nukilan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2007/04/20/lajang-tetapi-bukan-jalang-2.htm" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://nukilan.com/2009/04/27/kata-bukan-cinta-laku-bukan-cinta.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kata Bukan Cinta, Laku Bukan Cinta'>Kata Bukan Cinta, Laku Bukan Cinta</a></li><li><a href='http://nukilan.com/2009/02/02/hidup.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup'>Hidup</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukilan.com/2007/04/20/lajang-tetapi-bukan-jalang-2.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mebangun Dunia Sains Di Indonesia</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/04/mebangun-dunia-sains-di-indonesia.htm</link>
		<comments>http://nukilan.com/2007/04/04/mebangun-dunia-sains-di-indonesia.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2007 02:03:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Realita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/04/mebangun-dunia-sains-di-indonesia.htm</guid>
		<description><![CDATA[Pertama perlu saya jelaskan bahwa membangun indonesia tidaklah harus berarti bahwa yang bersangkutan harus balik dan berkarya di indonesia. Banyak kontribusi juga yang bisa dilakukan bagi indonesia jika seseorang memilih menetap di luar negeri.


Related posts:<ol><li><a href='http://nukilan.com/2007/04/03/tanah-terjarah.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tanah Terjarah'>Tanah Terjarah</a></li><li><a href='http://nukilan.com/2007/04/30/indonesia-sukses-di-olimpiade-fisika-asia-ke-8-shanghai-china.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Indonesia Sukses Di Olimpiade Fisika Asia Ke-8, Shanghai China'>Indonesia Sukses Di Olimpiade Fisika Asia Ke-8, Shanghai China</a></li><li><a href='http://nukilan.com/2007/02/23/pembunuh-profesi-tertua-kedua-di-dunia.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pembunuh, Profesi Tertua Kedua Di Dunia'>Pembunuh, Profesi Tertua Kedua Di Dunia</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pertama perlu saya jelaskan bahwa membangun indonesia tidaklah harus berarti bahwa yang bersangkutan harus balik dan berkarya di indonesia. Banyak kontribusi juga yang bisa dilakukan bagi indonesia jika seseorang memilih menetap di luar negeri.<span id="more-136"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu hal yg saya pikir penting bagi indonesia adalah membangun dunia akademis di indonesia yang berorientasi riset. Tetapi dengan keadaan sekarang, sulit sekali bagi seorang doktor yg baru selesai pendidikan di luar negeri dan balik ke indonesia utk mengubah keadaan. Realitas pertama begitu balik adalah kurangnya dana riset, bahkan pada level, gaji sebagai dosen juga sangat rendah. Jadi banyakan akhirnya harus pontang panting mencari penghasilan tambahan yang pada akhirnya membuat sang doktor muda meninggalkan idealisme awalnya. Uang memang bukanlah hal yg paling penting tapi kalau uang diberikan terlalu minim ya penting juga utk diperhatikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Solusi masalah ini saya kira jangka panjang. Kita butuh sebagian saintis balik ke indonesia dan berjuang membangun dunia riset di indonesia (istilah yang dipakai Dr. Terry Mart adalah menjadi fisikawan militan). Tapi kita butuh juga sebagian menetap di luar negeri, menjadi saintis unggul sehingga bisa membantu yg di indonesia. Bantuan bisa berupa kerja sama riset, juga membuka jalan bagi yang ingin melanjutkan studi di luar negeri. Proses ini perlahan sekali, bisa memakan waktu puluhan tahun, tapi saya kira memang ini jalan satu satunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di APS (American Physical Society) march meeting di denver maret lalu, saya punya kesempatan bertemu beberapa orang indonesia yang kebetulan hadir juga di konferensi ini. kami berdiskusi juga ttg isu yg disebut andrey ini, bagaimana cara optimal bagi kita semua untuk membantu pengembangan dunia akademis/riset di indonesia. Prof Nelson Tansu katakan bahwa penting bagi doktor muda yg baru selesai utk mengumpulkan banyak pengalaman di luar negeri sebelum balik ke indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kita perhatikan, dunia bisnis dan industri di indonesia sangatlah kurang kreativitas. Group bisnis umumnya hanya menjalankan hal yg lama tanpa banyak inovasi baru. Bandingkan dgn bisnis di US. Microsoft, intel, Facebook, google, schlumberger, dan banyak lagi dimulai oleh orang muda dgn ide yg baru. Ini juga suatu cerminan bahwa dunia akademis kita masih belum berhasil mendorong kreativitas lulusannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sendiri memilih balik ke indonesia (mudah mudahan dalam bbrp bulan ke depan) dan berkarya lewat TOFI. Saya percaya bahwa melalui proses ini kita bisa menseleksi anak anak terbaik indonesia dan memberi mereka fasilitas untuk mengembangkan diri. Semoga di masa depan mereka mereka ini bisa menjadi salah satu tulang punggung pembangunan indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam<br />
Hendra Kwee<br />
Physics Department<br />
College of William and Mary<br />
Williamsburg VA</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2007/04/04/mebangun-dunia-sains-di-indonesia.htm" target="_blank"><img src="http://nukilan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2007/04/04/mebangun-dunia-sains-di-indonesia.htm" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://nukilan.com/2007/04/03/tanah-terjarah.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tanah Terjarah'>Tanah Terjarah</a></li><li><a href='http://nukilan.com/2007/04/30/indonesia-sukses-di-olimpiade-fisika-asia-ke-8-shanghai-china.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Indonesia Sukses Di Olimpiade Fisika Asia Ke-8, Shanghai China'>Indonesia Sukses Di Olimpiade Fisika Asia Ke-8, Shanghai China</a></li><li><a href='http://nukilan.com/2007/02/23/pembunuh-profesi-tertua-kedua-di-dunia.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pembunuh, Profesi Tertua Kedua Di Dunia'>Pembunuh, Profesi Tertua Kedua Di Dunia</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukilan.com/2007/04/04/mebangun-dunia-sains-di-indonesia.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanah Terjarah</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/03/tanah-terjarah.htm</link>
		<comments>http://nukilan.com/2007/04/03/tanah-terjarah.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2007 03:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>richardee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Realita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/03/tanah-terjarah.htm</guid>
		<description><![CDATA[Sepenggal syair lagu Rayuan Pulau Kelapa yang sudah jarang diperdengarkan, kecuali pada waktu peringatan Ulang Tahun Republik ini. Ungkapan hati dari seorang Ismail Marzuki yang mewakili bangsa ini akan kecintaannya pada Indonesia. Negeri yang kaya, Gemah Ripah Loh Jinawi. Negeri yang dipertahankan sampai dengan titik darah penghabisan untuk mempertahankan sejengkal tanah demi Merah Putih.


Related posts:<ol><li><a href='http://nukilan.com/2007/04/04/mebangun-dunia-sains-di-indonesia.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mebangun Dunia Sains Di Indonesia'>Mebangun Dunia Sains Di Indonesia</a></li><li><a href='http://nukilan.com/2007/04/02/uang-itu-penting-waktu-lebih-penting.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Uang Itu Penting, Waktu Lebih Penting'>Uang Itu Penting, Waktu Lebih Penting</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Tanah Airku Indonesia<br />
Negeri Elok Amat Kucinta<br />
Tanah Tumpah Darahku Yang Mulia<br />
Kan Kupuja Spanjang Masa &#8230;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Sepenggal syair lagu Rayuan Pulau Kelapa yang sudah jarang diperdengarkan, kecuali pada waktu peringatan Ulang Tahun Republik ini. Ungkapan hati dari seorang Ismail Marzuki yang mewakili bangsa ini akan kecintaannya pada Indonesia. Negeri yang kaya, Gemah Ripah Loh Jinawi. Negeri yang dipertahankan sampai dengan titik darah penghabisan untuk mempertahankan sejengkal tanah demi Merah Putih.<br />
<span id="more-135"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah lebih dari setengah abad negeri kita merdeka. Nun jauh disana di kepulauan yang berbatasan langsung dengan negeri Singa yang hanya seluas selemparan batu, negeri kita menjadi negara yang terjajah. Kepulauan di sekitarnya dicabik cabik tak bertanggung jawab. Tanah kita dikeruk, dirampas, dengan imbalan yang tak seberapa tak sebanding dengan nyawa manusia yang dahulu mempertahankannya. Berjuta juta meter kubik pasir dikirim ke negeri singa untuk mempercantiknya, kebalikan dengan kepulauan terluar negeri kita menjadi gersang dan nyaris tenggelam</p>
<p style="text-align: justify;">Tak adil jika menyalahkan negara tetangga. Rakyat kita memang goblok! Mudah ditipu, mudah diperdaya. Karena iming iming uang rela menjual tanah airnya sendiri, dimana dia lahir dia dibesarkan menjejakkan tanah di negeri ini. Uang memang membuat semua orang buta, gila, otak menjadi beku tak mampu berpikir.</p>
<p style="text-align: justify;">Bangsa kita bukan seperti dulu, Kita menjadi bangsa yang lemah yang telah kehilangan jati dirinya sebagai orang INDONESIA, menjadi bangsa yang rendah di mata negara lain. Tak ada beda seperti pelacur di negeri sendiri. Sampai kapan bangsa ini sadar kalau mereka menjadi bangsa terjajah lagi. Dipecundangi, Dibodohi, atau sengaja untuk dibangkrutkan karena memiliki potensi yang besar untuk menjadi bangsa yang besar</p>
<p style="text-align: justify;">Berikan kesempatan pada anak cucu kita untuk melihat negri ini masih ada, jangan biarkan negri ini tenggelam pada keserakahan dan ketamakan.</p>
<p style="text-align: justify;">2 April 2007, 9.55 PM</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2007/04/03/tanah-terjarah.htm" target="_blank"><img src="http://nukilan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2007/04/03/tanah-terjarah.htm" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://nukilan.com/2007/04/04/mebangun-dunia-sains-di-indonesia.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mebangun Dunia Sains Di Indonesia'>Mebangun Dunia Sains Di Indonesia</a></li><li><a href='http://nukilan.com/2007/04/02/uang-itu-penting-waktu-lebih-penting.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Uang Itu Penting, Waktu Lebih Penting'>Uang Itu Penting, Waktu Lebih Penting</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukilan.com/2007/04/03/tanah-terjarah.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepentingan Individual dan Kepentingan Bersama</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/02/kepentingan-individual-dan-kepentingan-bersama.htm</link>
		<comments>http://nukilan.com/2007/04/02/kepentingan-individual-dan-kepentingan-bersama.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 10:32:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Realita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/02/kepentingan-individual-dan-kepentingan-bersama.htm</guid>
		<description><![CDATA[Kita diajari selalu mendahulukan kepentingan bersama, benar kan?  Yang benar dan sesuai realitas adalah kalau dua kepentingan itu bisa berjalan serasi. Memang lebih indah dan benar adalah memang mendahulukan kepentingan bersama. Tapi tidak banyak yang sanggup melakukannya. 
Perlu diingat kita ini manusia adalah makhaluk individu juga sosial.  Setiap manusia harus memenuhi kepentingan individual [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kita diajari selalu mendahulukan kepentingan bersama, benar kan?  Yang benar dan sesuai realitas adalah kalau dua kepentingan itu bisa berjalan serasi. Memang lebih indah dan benar adalah memang mendahulukan kepentingan bersama. Tapi tidak banyak yang sanggup melakukannya. <span id="more-134"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Perlu diingat kita ini manusia adalah makhaluk individu juga sosial.  Setiap manusia harus memenuhi kepentingan individual yang paling dasar. Seperti sandang, pangan, dan papan. Setelah kebutuhan itu dipenuhi maka baru mungkin manusia itu memikiri kepentingan bersama. Kalau kepentingan individual tidak bisa dipenuhi apakah bisa mendahului kepentingan bersama? Mau contoh?</p>
<p style="text-align: justify;">Gampang lihat saja contoh wakil-wakil rakyat di negara tetangga, Republik Madesu (Masa Depan Suram). Kepentingan individu saja tidak bisa mereka penuhi tapi berlagak mau memenuhi kepentingan umum. Jadinya?</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2007/04/02/kepentingan-individual-dan-kepentingan-bersama.htm" target="_blank"><img src="http://nukilan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2007/04/02/kepentingan-individual-dan-kepentingan-bersama.htm" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukilan.com/2007/04/02/kepentingan-individual-dan-kepentingan-bersama.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uang Itu Penting, Waktu Lebih Penting</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/02/uang-itu-penting-waktu-lebih-penting.htm</link>
		<comments>http://nukilan.com/2007/04/02/uang-itu-penting-waktu-lebih-penting.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 10:06:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Realita]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/02/yes-money-is-important-but-money-cant-buy-time.htm</guid>
		<description><![CDATA[Kadang kita sering mikir kalau kita bisa melakukan sesuatu kenapa harus suruh orang lain lakukan. Seperti pekerjaan rumah tangga, mencuci, menyapu, dan lain-lain. Kita mengerjakan sendiri karena ingin menghemat uang. Benar uang yang dapat dihemat jumlahnya lumayan, bisa mencapai beberapa ratus ribu. Tapi pernah kereta kritis melintas dipikiran anda bahwa apa yang dilakukan itu sebenarnya membuang sesuatu yang lebih berharga dari uang?


Related posts:<ol><li><a href='http://nukilan.com/2007/04/04/mebangun-dunia-sains-di-indonesia.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mebangun Dunia Sains Di Indonesia'>Mebangun Dunia Sains Di Indonesia</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kadang kita sering mikir kalau kita bisa melakukan sesuatu kenapa harus suruh orang lain lakukan. Seperti pekerjaan rumah tangga, mencuci, menyapu, dan lain-lain. Kita mengerjakan sendiri karena ingin menghemat uang. Benar uang yang dapat dihemat jumlahnya lumayan, bisa mencapai beberapa ratus ribu. Tapi pernah kereta kritis melintas dipikiran anda bahwa apa yang dilakukan itu sebenarnya membuang sesuatu yang lebih berharga dari uang?<span id="more-133"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Yes, Money is important, but money can&#8217;t buy time.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Yang dilakukan di atas sama dengan membuang waktu yang berharga. Cukup mengeluarkan beberapa ratus ribu untuk membayar orang lain mengurusi tetek bengek yang tidak penting tapi urgent. Dan fokus pada yang penting walaupun tidak urgent. Seperti mendidik anak, mengembangkan usaha, karir, side job, dll. See.. dengan beberapa ratus ribu anda mendapatkan beberapa juta.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini lah yang membedakan hari ini dan hari esok.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2007/04/02/uang-itu-penting-waktu-lebih-penting.htm" target="_blank"><img src="http://nukilan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2007/04/02/uang-itu-penting-waktu-lebih-penting.htm" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://nukilan.com/2007/04/04/mebangun-dunia-sains-di-indonesia.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mebangun Dunia Sains Di Indonesia'>Mebangun Dunia Sains Di Indonesia</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukilan.com/2007/04/02/uang-itu-penting-waktu-lebih-penting.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masih Banyak Ikan Di Lautan</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/02/26/masih-banyak-ikan-di-lautan.htm</link>
		<comments>http://nukilan.com/2007/02/26/masih-banyak-ikan-di-lautan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2007 02:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Realita]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kata indah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/02/26/masih-banyak-ikan-di-lautan.htm</guid>
		<description><![CDATA[Ada dua tipe orang yang bisa mengatakan "Masih banyak ikan di lautan". Tipe pertama, orang ini tidak serius waktu mengatakan kata-kata itu, bercanda, untuk menghibur hati. Tipe kedua, orang yang belum mengenal arti cinta sejati. Cinta itu banyak tapi yang mana yang sejati? Can he/she tells you? Makanya "Masih banyak ikan di latuan".


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada orang yang sering mengatakan &#8220;Masih banyak ikan di lautan&#8221; sebagai kiasan kalau di luar sana masih banyak cowok/cewek untuk kita pilih jadi pasangan hidup. 101% aku tidak setuju. Kata-kata itu hanya untuk menghibur diri.</p>
<p>Ada dua tipe orang yang bisa mengatakan &#8220;Masih banyak ikan di lautan&#8221;. Tipe pertama, orang ini tidak serius waktu mengatakan kata-kata itu, bercanda, untuk menghibur hati. Tipe kedua, orang yang belum mengenal arti cinta sejati. Cinta itu banyak tapi yang mana yang sejati? Can he/she tells you?  Makanya &#8220;Masih banyak ikan di latuan&#8221;.</p>
<p>Temanku pernah berkata ketika hendak menikah, &#8220;Katanya diluar banyak cewek, kenapa aku membutuhkan 34 tahun untuk menemukan dia?&#8221;</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2007/02/26/masih-banyak-ikan-di-lautan.htm" target="_blank"><img src="http://nukilan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://nukilan.com/2007/02/26/masih-banyak-ikan-di-lautan.htm" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukilan.com/2007/02/26/masih-banyak-ikan-di-lautan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
