<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Gajah Mada: Madakaripura Hamukti Moksa</title>
	<atom:link href="http://nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm</link>
	<description>Ketika petikan kata-kata menjadi sebuah blog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Dec 2009 00:59:46 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: Permadi</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm/comment-page-1#comment-1649</link>
		<dc:creator>Permadi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 22:45:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm#comment-1649</guid>
		<description>Kalau di cerna dari kidung sundayana yang dituliskan oleh darmadyaksa (Bali) atas perintah Prabu Hayam Wuruk. Jelas disana tertulis saat para rombongan sunda memaki-maki Mahapatih Gajah Mada yang dianggap telah bermulut besar terhadap kesatria sunda. Pengertian bermulut besar disini maksudnya adalah Gajah Mada merasa berani dengan kesatria sunda saat berada ditempatnya sendiri (Pesangrahan bubat) sebelah utara Majapahit, dan dikelilingi ribuan prajurit. Demikian tutur kidung tsb :
&quot;    Ih angapa, Gajah Mada, agung wuwusmu i kami, ngong iki mangkw angaturana sira sang rajaputri, adulurana bakti, mangkana rakwa kar?pmu, pada lan Nusantara dede Sunda iki, durung-durung ngong iki andap ring yuda.

    Abasa lali po kita nguni duk kita an?kani jurit, amrang pradesa ring gunung, ?nti ramening yuda, wong Sunda kagingsir, wong Jipang amburu, praptâpatih Sunda apulih, rusak wadwamu gingsir.

    Mantrimu kalih tinigas anama L?s Beleteng ang?masi, bubar wadwamu malayu, anânibani jurang, amurug-murug rwi, lwir patining lutung, uwak setan pating bur?ngik, padâmalakw ing urip.

    Mangke agung kokohanmu, uwabmu lwir ntuting gasir, kaya purisya tinilar ing asu, mengkene kahar?pta, tan pracura juti, ndi sasana tinutmu gurwaning dustârusuh, dadi angapusi sang sadubudi, patitânêng niraya atmamu t?mbe yen antu.  

Alihbahasa:

    * “Wahai Gajah Mada, apa maksudnya engkau bermulut besar terhadap kami? Kita ini sekarang ingin membawa Tuan Putri, sementara engkau menginginkan kami harus membawa bakti? Sama seperti dari Nusantara. Kita lain, kita orang Sunda, belum pernah kami kalah berperang.

    * Seakan-akan lupa engkau dahulu kala, ketika engkau berperang, bertempur di daerah-daerah pegunungan. Sungguh dahsyat peperangannya, diburu orang Jipang. Kemudian patih Sunda datang kembali dan bala tentaramu mundur.

    * Kedua mantrimu yang bernama L?s dan Beleteng diparang dan mati. Pasukanmu bubar dan melarikan diri. Ada yang jatuh di jurang dan terkena duri-duri. Mereka mati bagaikan kera, siamang dan setan. Di mana-mana mereka merengek-rengek minta tetap hidup.

    * Sekarang, besar juga kata-katamu. Bau mulutmu seperti kentut jangkrik, seperti tahi anjing. Sekarang maumu itu tidak sopan dan berkhianat. Ajaran apa yang kau ikuti selain engkau ingin menjadi guru yang berdusta dan berbuat buruk. Menipu orang berbudi syahdu. Jiwamu akan jatuh ke neraka, jika mati!”

Berarti Gajah Mada sendiri sebelumnya pernah dikalahkan dalam perang melawan negeri Galuh saat didaerah Jipang. Dan dibai&#039;t terakhir bisa kita cerna bahwa orang-orang sunda merasa tertipu oleh muslihat Gajah Mada.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau di cerna dari kidung sundayana yang dituliskan oleh darmadyaksa (Bali) atas perintah Prabu Hayam Wuruk. Jelas disana tertulis saat para rombongan sunda memaki-maki Mahapatih Gajah Mada yang dianggap telah bermulut besar terhadap kesatria sunda. Pengertian bermulut besar disini maksudnya adalah Gajah Mada merasa berani dengan kesatria sunda saat berada ditempatnya sendiri (Pesangrahan bubat) sebelah utara Majapahit, dan dikelilingi ribuan prajurit. Demikian tutur kidung tsb :<br />
&#8221;    Ih angapa, Gajah Mada, agung wuwusmu i kami, ngong iki mangkw angaturana sira sang rajaputri, adulurana bakti, mangkana rakwa kar?pmu, pada lan Nusantara dede Sunda iki, durung-durung ngong iki andap ring yuda.</p>
<p>    Abasa lali po kita nguni duk kita an?kani jurit, amrang pradesa ring gunung, ?nti ramening yuda, wong Sunda kagingsir, wong Jipang amburu, praptâpatih Sunda apulih, rusak wadwamu gingsir.</p>
<p>    Mantrimu kalih tinigas anama L?s Beleteng ang?masi, bubar wadwamu malayu, anânibani jurang, amurug-murug rwi, lwir patining lutung, uwak setan pating bur?ngik, padâmalakw ing urip.</p>
<p>    Mangke agung kokohanmu, uwabmu lwir ntuting gasir, kaya purisya tinilar ing asu, mengkene kahar?pta, tan pracura juti, ndi sasana tinutmu gurwaning dustârusuh, dadi angapusi sang sadubudi, patitânêng niraya atmamu t?mbe yen antu.  </p>
<p>Alihbahasa:</p>
<p>    * “Wahai Gajah Mada, apa maksudnya engkau bermulut besar terhadap kami? Kita ini sekarang ingin membawa Tuan Putri, sementara engkau menginginkan kami harus membawa bakti? Sama seperti dari Nusantara. Kita lain, kita orang Sunda, belum pernah kami kalah berperang.</p>
<p>    * Seakan-akan lupa engkau dahulu kala, ketika engkau berperang, bertempur di daerah-daerah pegunungan. Sungguh dahsyat peperangannya, diburu orang Jipang. Kemudian patih Sunda datang kembali dan bala tentaramu mundur.</p>
<p>    * Kedua mantrimu yang bernama L?s dan Beleteng diparang dan mati. Pasukanmu bubar dan melarikan diri. Ada yang jatuh di jurang dan terkena duri-duri. Mereka mati bagaikan kera, siamang dan setan. Di mana-mana mereka merengek-rengek minta tetap hidup.</p>
<p>    * Sekarang, besar juga kata-katamu. Bau mulutmu seperti kentut jangkrik, seperti tahi anjing. Sekarang maumu itu tidak sopan dan berkhianat. Ajaran apa yang kau ikuti selain engkau ingin menjadi guru yang berdusta dan berbuat buruk. Menipu orang berbudi syahdu. Jiwamu akan jatuh ke neraka, jika mati!”</p>
<p>Berarti Gajah Mada sendiri sebelumnya pernah dikalahkan dalam perang melawan negeri Galuh saat didaerah Jipang. Dan dibai&#8217;t terakhir bisa kita cerna bahwa orang-orang sunda merasa tertipu oleh muslihat Gajah Mada.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Prabu Silihwangi</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm/comment-page-1#comment-1648</link>
		<dc:creator>Prabu Silihwangi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 17:38:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm#comment-1648</guid>
		<description>Mahisa Campaka - cucu Ken Arok dan Ken Dedes - berbesan dengan Darmasiksa, Raja Sunda. Hal itu terjadi karena anak Mahisa Campaka yang bernama Dyah Lembu Tal diperisteri oleh Rakeyan Jayadarma (putera mahkota / anak raja Sunda Darmasiksa. Putera Mahkota tersebut  meninggal sebelum menjadi raja dan Dyah Lembu Tal serta anak mereka, Raden Wijaya, kembali ke Singasari. Raden Wijaya kemudian menjadi menantu Kertanegara (Raja Singasari terakhir). Raden Wijaya inilah yang menjadi pendiri Kerajaan Majapahit.

Gajah Mada tidak bisa meredam ambisinya, sehingga dia buta kalau leluhur Majapahit itu adalah negeri Sunda, yang tertua dan termashur.

Dan sebenarnya negeri Sunda cukup bangga karena anak cucunya telah berhasil membangun Majapahit Wilwatikta. Namun bangsa kami tidak akan pernah menyerahkan harga diri, walau harga diri seekor lalat sekalipun yang hidup di tanah Parahyangan.

Aku, Jayadewata Sri Baduga Maharaja Ratu Haji. Saat dinobatkan menjadi penguasa di tatar sunda, saat memiliki kemampuan untuk memberi balasan terhadap rakyat Majapahit atas kebiadaban tersebut.., tetapi aku lebih melihat trah leluhurku. Bahwa kerabat istana Majapahit adalah saudara2ku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mahisa Campaka &#8211; cucu Ken Arok dan Ken Dedes &#8211; berbesan dengan Darmasiksa, Raja Sunda. Hal itu terjadi karena anak Mahisa Campaka yang bernama Dyah Lembu Tal diperisteri oleh Rakeyan Jayadarma (putera mahkota / anak raja Sunda Darmasiksa. Putera Mahkota tersebut  meninggal sebelum menjadi raja dan Dyah Lembu Tal serta anak mereka, Raden Wijaya, kembali ke Singasari. Raden Wijaya kemudian menjadi menantu Kertanegara (Raja Singasari terakhir). Raden Wijaya inilah yang menjadi pendiri Kerajaan Majapahit.</p>
<p>Gajah Mada tidak bisa meredam ambisinya, sehingga dia buta kalau leluhur Majapahit itu adalah negeri Sunda, yang tertua dan termashur.</p>
<p>Dan sebenarnya negeri Sunda cukup bangga karena anak cucunya telah berhasil membangun Majapahit Wilwatikta. Namun bangsa kami tidak akan pernah menyerahkan harga diri, walau harga diri seekor lalat sekalipun yang hidup di tanah Parahyangan.</p>
<p>Aku, Jayadewata Sri Baduga Maharaja Ratu Haji. Saat dinobatkan menjadi penguasa di tatar sunda, saat memiliki kemampuan untuk memberi balasan terhadap rakyat Majapahit atas kebiadaban tersebut.., tetapi aku lebih melihat trah leluhurku. Bahwa kerabat istana Majapahit adalah saudara2ku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Raden Segara</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm/comment-page-1#comment-1647</link>
		<dc:creator>Raden Segara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 17:21:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm#comment-1647</guid>
		<description>ya,, ya… artinya si Gajah Mada itu seorang pecundang yang pengecut. Kalaw memang dia merasa perkasa kenapa tidak mengadakan perang terbuka. Iring-iringan pengantin kok dihadapkan dengan pasukan bersenjata lengkap. Sebaliknya kalaw si Gajah sendiri bawa iring-iringan pengantin ya sama saja ga bakal bisa hidup kalau dikepung ribuan balatentara. Semoga pytra-putri bangsa indonesia tidak meniru perwatakan Gajah Mada yang ambisius dan licik tidak terhormat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya,, ya… artinya si Gajah Mada itu seorang pecundang yang pengecut. Kalaw memang dia merasa perkasa kenapa tidak mengadakan perang terbuka. Iring-iringan pengantin kok dihadapkan dengan pasukan bersenjata lengkap. Sebaliknya kalaw si Gajah sendiri bawa iring-iringan pengantin ya sama saja ga bakal bisa hidup kalau dikepung ribuan balatentara. Semoga pytra-putri bangsa indonesia tidak meniru perwatakan Gajah Mada yang ambisius dan licik tidak terhormat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Suro Bladeg</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm/comment-page-1#comment-1646</link>
		<dc:creator>Suro Bladeg</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 15:50:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm#comment-1646</guid>
		<description>Hayam Wuruk terlahir dari rahim Tribuana tetapi siapa ya ayahandanya ? apakah Sri Jayanegara, karena dia tidak ingin tahta Wilwatikta jatuh ketangan orang lain ? Kalau dipikir lagi padahal Jayanegara terkenal suka bermain perempuan tapi tidak punya anak dari yang lainnya.

Apakah skandal Gajah Mada dengan Tribuana ? mungkin.. Gajah Mada mau mengembalikan tahta kepada penerus Wijaya saat dirampas oleh Kuti, lalu Gajah Mada mengajukan syarat skandal dengan Tribuana dan akhirnya lahirlah Hayam Wuruk. Masalahnya garis silsilah Hayam Wuruk ini tidak tertoreh diprasasti manapun siapa gerangan ayahnya ? Beda dengan para leluhur dan penerusnya. Hanya ada cerita-cerita yang tidak menguatkan bukti sejarah (fiktif)  kalau Hayam Wuruk adalah putra dari seorang lain, misalnya saja Cakradara.

Coba kita berpikir secara logika saja jangan terpengaruh dengan lakon yang dihebatkan atau penjunjungan dari tokoh-tokoh tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hayam Wuruk terlahir dari rahim Tribuana tetapi siapa ya ayahandanya ? apakah Sri Jayanegara, karena dia tidak ingin tahta Wilwatikta jatuh ketangan orang lain ? Kalau dipikir lagi padahal Jayanegara terkenal suka bermain perempuan tapi tidak punya anak dari yang lainnya.</p>
<p>Apakah skandal Gajah Mada dengan Tribuana ? mungkin.. Gajah Mada mau mengembalikan tahta kepada penerus Wijaya saat dirampas oleh Kuti, lalu Gajah Mada mengajukan syarat skandal dengan Tribuana dan akhirnya lahirlah Hayam Wuruk. Masalahnya garis silsilah Hayam Wuruk ini tidak tertoreh diprasasti manapun siapa gerangan ayahnya ? Beda dengan para leluhur dan penerusnya. Hanya ada cerita-cerita yang tidak menguatkan bukti sejarah (fiktif)  kalau Hayam Wuruk adalah putra dari seorang lain, misalnya saja Cakradara.</p>
<p>Coba kita berpikir secara logika saja jangan terpengaruh dengan lakon yang dihebatkan atau penjunjungan dari tokoh-tokoh tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Panembahan Ratu</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm/comment-page-1#comment-1645</link>
		<dc:creator>Panembahan Ratu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 15:34:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm#comment-1645</guid>
		<description>&lt;blockquote cite=&quot;#commentbody-1603&quot;&gt;
&lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;#comment-1603&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Daus&lt;/a&gt; :&lt;/strong&gt;
          Andai Mahapatih Gajahmada hidup kembali..
Sikap kata apa yang terlontar dari sang Mahapatih..
Ambalat…Alutsista…Korupsi..Kepongahan Juragan Asing..Kepandiran raja-raja politik..dan seribu satu lakon peristiwa di Nusantara sekarang ini..
Andai sang Mahapatih hidup kembali..
Serangan bangsa TarTar dan bangsa Rambut Jagung akan ditepis..Tumasek dan Semenanjungnya akan tunduk hormat..dan perut buncit korupsi akan jera…
Andai sang Mahapatih hidup kembali..
Bendera Gula Kelapa akan berkibar kencang..
Dipandu putra-putri untuk kebesaran Nusantara..
Tak gentar menghadapi bangsa-bangsa di utara…
di bawah perlindungan Bhayangkara…
Bendera Gula Kelapa akan disegani di penjuru dunia..
Andai sang Mahapatih hidup kembali..
Bagaskara Manjer Kawuryan
         &lt;/blockquote&gt;

Hahaha.. belum tentu brow! Bukankah Gajah Mada sendiri seorang penjajah. Ia menjajah negeri-negeri agar mau bertekuk lutut di bawah pemerintah Majapahit. Disini orang hanya melihat bahwa Gajah Mada adalah seorang kuat dan perkasa tanpa melihat sisi negatif dari penjajahannya. Bukankah Rahwana juga seperti itu...? menjajah! Akan tetapi tetap dielu-elukan sebagai seorang dewa dan pahlawan bagi bangsa dan negara Alengka (Srilanka) sampai dengan sekarang.

Gajah Mada meminta supaya Dyah Pitaloka diserahkan sebagai upeti kepada Majapahit. Apakah itu bukan sebagai penghinaan terhadap bangsa lain ?

Saya rasa Gajah Mada tidak pantas dijadikan tokoh teladan dalam sejarah perjuangan bangsa. Dia sangat berbeda dengan Sanghrama Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana) yang berhasil membangun Majapahit Wilwatikta dengan tetesan darah dan perjuangan rakyat Shingasari yang terjajah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote cite="#commentbody-1603"><p>
<strong><a href="#comment-1603" rel="nofollow">Daus</a> :</strong><br />
          Andai Mahapatih Gajahmada hidup kembali..<br />
Sikap kata apa yang terlontar dari sang Mahapatih..<br />
Ambalat…Alutsista…Korupsi..Kepongahan Juragan Asing..Kepandiran raja-raja politik..dan seribu satu lakon peristiwa di Nusantara sekarang ini..<br />
Andai sang Mahapatih hidup kembali..<br />
Serangan bangsa TarTar dan bangsa Rambut Jagung akan ditepis..Tumasek dan Semenanjungnya akan tunduk hormat..dan perut buncit korupsi akan jera…<br />
Andai sang Mahapatih hidup kembali..<br />
Bendera Gula Kelapa akan berkibar kencang..<br />
Dipandu putra-putri untuk kebesaran Nusantara..<br />
Tak gentar menghadapi bangsa-bangsa di utara…<br />
di bawah perlindungan Bhayangkara…<br />
Bendera Gula Kelapa akan disegani di penjuru dunia..<br />
Andai sang Mahapatih hidup kembali..<br />
Bagaskara Manjer Kawuryan
         </p></blockquote>
<p>Hahaha.. belum tentu brow! Bukankah Gajah Mada sendiri seorang penjajah. Ia menjajah negeri-negeri agar mau bertekuk lutut di bawah pemerintah Majapahit. Disini orang hanya melihat bahwa Gajah Mada adalah seorang kuat dan perkasa tanpa melihat sisi negatif dari penjajahannya. Bukankah Rahwana juga seperti itu&#8230;? menjajah! Akan tetapi tetap dielu-elukan sebagai seorang dewa dan pahlawan bagi bangsa dan negara Alengka (Srilanka) sampai dengan sekarang.</p>
<p>Gajah Mada meminta supaya Dyah Pitaloka diserahkan sebagai upeti kepada Majapahit. Apakah itu bukan sebagai penghinaan terhadap bangsa lain ?</p>
<p>Saya rasa Gajah Mada tidak pantas dijadikan tokoh teladan dalam sejarah perjuangan bangsa. Dia sangat berbeda dengan Sanghrama Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana) yang berhasil membangun Majapahit Wilwatikta dengan tetesan darah dan perjuangan rakyat Shingasari yang terjajah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Panembahan Ratu</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm/comment-page-1#comment-1644</link>
		<dc:creator>Panembahan Ratu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 15:19:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm#comment-1644</guid>
		<description>&lt;blockquote cite=&quot;#commentbody-1586&quot;&gt;
&lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;#comment-1586&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Tian&lt;/a&gt; :&lt;/strong&gt;
          setelah saya baca banyak mengenai gajah mada dan berdiskusi dengan banyak orang termasuk ahli kebathinan, ada kesimpulan bahwa terdapat skenario besar untuk menjatuhkan Gajah Mada.
Sebagai mana yang sampeyan tulis bahwa di seluruh Nusantara banyak orang gentar dengan Gajah Mada, pasti tidak sedikit yang marah, benci, iri.
untuk melawannya langsung tidak mungkin, karena sosok Gajah Mada yang sangat Agung.
sehingga perlu muslihat unutk menjatuhkannya.
Dia tokoh besar yang cinta negaranya, dan peristiwa Bubat menyebabkan dia terpukul.
membuat beliau malu adalah salah satu cara, begitupula dengan mengadu domba dengan pihak sunda.
jika kita membaca buku Arok Dedes, kejatuhan pemerintahan Sukarno dan jatuhnya pemimpin-pemimpin besar bangsa ini, ada kesamaan dengan kejatuhan kejayaan Gajah Mada.
Pejuang kita juga banyak yang kalah dengan penjajah dengan cara muslihat.
Coba Renungkan Peristiwa Bubat.
Adalah tindakan bodoh, dengan mengorbankan ribuan prajurit untuk menghadapi serombongan pengantar pengantin.
Beliau orang cerdas yang punya taktik dan strategi perang handal, walaupun rombongan itu penuh dengan orang sakti, bukan hal yang mustahil apabila Gajah Mada bisa mengalahkannya hanya dengan sedikit korban dari pihaknya.
semoga inin bisa menjadi renungan.
sehingga tidak perlu ada kebencian antara sunda dan jawa.
negara ini sedang krisis, perlua adanya jiwa kebangsaan dan kebersamaan tanpa permusuhan untuk membangun bangsa dan mengembalikan posisi pada semula.
HIDUP INDONESIA..!!!!!
HIDUP NUSANTARA…!!!!!
         &lt;/blockquote&gt;
Gajah Mada mungkin seorang Pahlawan bagi negeri Wilwatikta. Seperti Rahwana yang juga pahlawan bagi bangsa Alengka (Srilanka). Akan tetapi seluruh negeri telah memahami sejarah itu.. Tegal Bubat adalah saksi dimana Gajah Mada telah melakukan tindakan licik dan culas demi sebuah ambisinya, &quot;Ambisi diluar batas langit&quot;. Saat Majapahit memperluas wilayah kekuasaannya dengan menjajah negeri2 dinusantara untuk sebuah pengakuan bahwa negeri Wilwatikta adalah negeri terbesar yang memiliki pengaruh kuat atas negeri-negeri lainnya, sementara kerajaan Sunda sendiri tidak merasa bergantung kepada negara lain. 

Gajah Mada memang seorang ahli dalam siasat tempur dan politik, dan dia sendiri tentu telah mengukur bahwa negeri sunda terlalu serat dengan orang-orang kuat, maka Gajah Mada mempunyai siasat lain untuk menaklukan Galuh Pakuan.
Apakah itu yang yang disebut sikap kesatria ketika rombongan iring-iringan pengantin dihadapkan dengan sebuah pasukan besar dengan kekuatan penuh dan senjata lengkap?
Apakah Gajah Mada tidak memiliki nyali untuk melakukan perang terbuka ?

Inilah bukti bahwa Gajah Mada sudah merasa kehilangan daya dan upayanya untuk menaklukan negeri Sunda. Ia merasa malu dengan Amukti Palapa yang dia sumpahkan dihadapan seorang Tribuana.

Bukankah negeri-negeri di sepenanjung hingga kitai nagari menganugerahkan gelar kepada Sri Baduga Mahara sebagai &quot;Maharaja Wangi&quot; (seorang raja yang harum namanya) karena ia telah mampu membela hak dan kehormatan bangsa serta negaranya.
Bagaimana dengan Majapahit sendiri ? tercoreng dan nista namanya dihadapan negeri-negeri nusantara.

Dan ini sudah Jelas kalau Gajah Mada sendiri tidak memiliki nyali terhadap Galuh Pakuan, maka siasat licilah yang dipergunakan untuk melampiaskan ambisinya.

Saya akui Gajah Mada termasuk orang kuat yang telah berhasil melakukan tugas perluasan wilayah negaranya, tapi Gajah Mada tidak mampu mengenali dirinya sendiri sebagai manusia biasa, bukan yang paling sempurna, dan tidak luput dari suatu kegagalan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote cite="#commentbody-1586"><p>
<strong><a href="#comment-1586" rel="nofollow">Tian</a> :</strong><br />
          setelah saya baca banyak mengenai gajah mada dan berdiskusi dengan banyak orang termasuk ahli kebathinan, ada kesimpulan bahwa terdapat skenario besar untuk menjatuhkan Gajah Mada.<br />
Sebagai mana yang sampeyan tulis bahwa di seluruh Nusantara banyak orang gentar dengan Gajah Mada, pasti tidak sedikit yang marah, benci, iri.<br />
untuk melawannya langsung tidak mungkin, karena sosok Gajah Mada yang sangat Agung.<br />
sehingga perlu muslihat unutk menjatuhkannya.<br />
Dia tokoh besar yang cinta negaranya, dan peristiwa Bubat menyebabkan dia terpukul.<br />
membuat beliau malu adalah salah satu cara, begitupula dengan mengadu domba dengan pihak sunda.<br />
jika kita membaca buku Arok Dedes, kejatuhan pemerintahan Sukarno dan jatuhnya pemimpin-pemimpin besar bangsa ini, ada kesamaan dengan kejatuhan kejayaan Gajah Mada.<br />
Pejuang kita juga banyak yang kalah dengan penjajah dengan cara muslihat.<br />
Coba Renungkan Peristiwa Bubat.<br />
Adalah tindakan bodoh, dengan mengorbankan ribuan prajurit untuk menghadapi serombongan pengantar pengantin.<br />
Beliau orang cerdas yang punya taktik dan strategi perang handal, walaupun rombongan itu penuh dengan orang sakti, bukan hal yang mustahil apabila Gajah Mada bisa mengalahkannya hanya dengan sedikit korban dari pihaknya.<br />
semoga inin bisa menjadi renungan.<br />
sehingga tidak perlu ada kebencian antara sunda dan jawa.<br />
negara ini sedang krisis, perlua adanya jiwa kebangsaan dan kebersamaan tanpa permusuhan untuk membangun bangsa dan mengembalikan posisi pada semula.<br />
HIDUP INDONESIA..!!!!!<br />
HIDUP NUSANTARA…!!!!!
         </p></blockquote>
<p>Gajah Mada mungkin seorang Pahlawan bagi negeri Wilwatikta. Seperti Rahwana yang juga pahlawan bagi bangsa Alengka (Srilanka). Akan tetapi seluruh negeri telah memahami sejarah itu.. Tegal Bubat adalah saksi dimana Gajah Mada telah melakukan tindakan licik dan culas demi sebuah ambisinya, &#8220;Ambisi diluar batas langit&#8221;. Saat Majapahit memperluas wilayah kekuasaannya dengan menjajah negeri2 dinusantara untuk sebuah pengakuan bahwa negeri Wilwatikta adalah negeri terbesar yang memiliki pengaruh kuat atas negeri-negeri lainnya, sementara kerajaan Sunda sendiri tidak merasa bergantung kepada negara lain. </p>
<p>Gajah Mada memang seorang ahli dalam siasat tempur dan politik, dan dia sendiri tentu telah mengukur bahwa negeri sunda terlalu serat dengan orang-orang kuat, maka Gajah Mada mempunyai siasat lain untuk menaklukan Galuh Pakuan.<br />
Apakah itu yang yang disebut sikap kesatria ketika rombongan iring-iringan pengantin dihadapkan dengan sebuah pasukan besar dengan kekuatan penuh dan senjata lengkap?<br />
Apakah Gajah Mada tidak memiliki nyali untuk melakukan perang terbuka ?</p>
<p>Inilah bukti bahwa Gajah Mada sudah merasa kehilangan daya dan upayanya untuk menaklukan negeri Sunda. Ia merasa malu dengan Amukti Palapa yang dia sumpahkan dihadapan seorang Tribuana.</p>
<p>Bukankah negeri-negeri di sepenanjung hingga kitai nagari menganugerahkan gelar kepada Sri Baduga Mahara sebagai &#8220;Maharaja Wangi&#8221; (seorang raja yang harum namanya) karena ia telah mampu membela hak dan kehormatan bangsa serta negaranya.<br />
Bagaimana dengan Majapahit sendiri ? tercoreng dan nista namanya dihadapan negeri-negeri nusantara.</p>
<p>Dan ini sudah Jelas kalau Gajah Mada sendiri tidak memiliki nyali terhadap Galuh Pakuan, maka siasat licilah yang dipergunakan untuk melampiaskan ambisinya.</p>
<p>Saya akui Gajah Mada termasuk orang kuat yang telah berhasil melakukan tugas perluasan wilayah negaranya, tapi Gajah Mada tidak mampu mengenali dirinya sendiri sebagai manusia biasa, bukan yang paling sempurna, dan tidak luput dari suatu kegagalan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: reed</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm/comment-page-1#comment-1618</link>
		<dc:creator>reed</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 07:14:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm#comment-1618</guid>
		<description>Sebenarnya korban2 dari kejayaan Majapahit itu bukan hanya orang sunda saja, bahkan korban orang jawa jauh lebih banyak, juga orang sumatera, dan dari kerajaan2 yang ditaklukkan oleh Gajah Mada. Jadi tidak perlu ada dendam turun temurun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya korban2 dari kejayaan Majapahit itu bukan hanya orang sunda saja, bahkan korban orang jawa jauh lebih banyak, juga orang sumatera, dan dari kerajaan2 yang ditaklukkan oleh Gajah Mada. Jadi tidak perlu ada dendam turun temurun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daus</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm/comment-page-1#comment-1603</link>
		<dc:creator>Daus</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 12:18:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm#comment-1603</guid>
		<description>Andai Mahapatih Gajahmada hidup kembali..

Sikap kata apa yang terlontar dari sang Mahapatih..

Ambalat...Alutsista...Korupsi..Kepongahan Juragan Asing..Kepandiran raja-raja politik..dan seribu satu lakon peristiwa di Nusantara sekarang ini..

Andai sang Mahapatih hidup kembali..

Serangan bangsa TarTar dan bangsa Rambut Jagung akan ditepis..Tumasek dan Semenanjungnya akan tunduk hormat..dan perut buncit korupsi akan jera...

Andai sang Mahapatih hidup kembali..

Bendera Gula Kelapa akan berkibar kencang..
Dipandu putra-putri untuk kebesaran Nusantara..
Tak gentar menghadapi bangsa-bangsa di utara...
di bawah perlindungan Bhayangkara...
Bendera Gula Kelapa akan disegani di penjuru dunia..

Andai sang Mahapatih hidup kembali..

Bagaskara Manjer Kawuryan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Andai Mahapatih Gajahmada hidup kembali..</p>
<p>Sikap kata apa yang terlontar dari sang Mahapatih..</p>
<p>Ambalat&#8230;Alutsista&#8230;Korupsi..Kepongahan Juragan Asing..Kepandiran raja-raja politik..dan seribu satu lakon peristiwa di Nusantara sekarang ini..</p>
<p>Andai sang Mahapatih hidup kembali..</p>
<p>Serangan bangsa TarTar dan bangsa Rambut Jagung akan ditepis..Tumasek dan Semenanjungnya akan tunduk hormat..dan perut buncit korupsi akan jera&#8230;</p>
<p>Andai sang Mahapatih hidup kembali..</p>
<p>Bendera Gula Kelapa akan berkibar kencang..<br />
Dipandu putra-putri untuk kebesaran Nusantara..<br />
Tak gentar menghadapi bangsa-bangsa di utara&#8230;<br />
di bawah perlindungan Bhayangkara&#8230;<br />
Bendera Gula Kelapa akan disegani di penjuru dunia..</p>
<p>Andai sang Mahapatih hidup kembali..</p>
<p>Bagaskara Manjer Kawuryan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tian</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm/comment-page-1#comment-1586</link>
		<dc:creator>Tian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 16:29:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm#comment-1586</guid>
		<description>setelah saya baca banyak mengenai gajah mada dan berdiskusi dengan banyak orang termasuk ahli kebathinan, ada kesimpulan bahwa terdapat skenario besar untuk menjatuhkan Gajah Mada.

Sebagai mana yang sampeyan tulis bahwa di seluruh Nusantara banyak orang gentar dengan Gajah Mada, pasti tidak sedikit yang marah, benci, iri.

untuk melawannya langsung tidak mungkin, karena sosok Gajah Mada yang sangat Agung.
sehingga perlu muslihat unutk menjatuhkannya.

Dia tokoh besar yang cinta negaranya, dan peristiwa Bubat menyebabkan dia terpukul.
membuat beliau malu adalah salah satu cara, begitupula dengan mengadu domba dengan pihak sunda.

jika kita membaca buku Arok Dedes, kejatuhan pemerintahan Sukarno dan jatuhnya pemimpin-pemimpin besar bangsa ini, ada kesamaan dengan kejatuhan kejayaan Gajah Mada.

Pejuang kita juga banyak yang kalah dengan penjajah dengan cara muslihat.

Coba Renungkan Peristiwa Bubat.

Adalah tindakan bodoh, dengan mengorbankan ribuan prajurit untuk menghadapi serombongan pengantar pengantin.

Beliau orang cerdas yang punya taktik dan strategi perang handal, walaupun rombongan itu penuh dengan orang sakti, bukan hal yang mustahil apabila Gajah Mada bisa mengalahkannya hanya dengan sedikit korban dari pihaknya.

semoga inin bisa menjadi renungan.

sehingga tidak perlu ada kebencian antara sunda dan jawa.

negara ini sedang krisis, perlua adanya jiwa kebangsaan dan kebersamaan tanpa permusuhan untuk membangun bangsa dan mengembalikan posisi pada semula.

HIDUP INDONESIA..!!!!!
HIDUP NUSANTARA...!!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setelah saya baca banyak mengenai gajah mada dan berdiskusi dengan banyak orang termasuk ahli kebathinan, ada kesimpulan bahwa terdapat skenario besar untuk menjatuhkan Gajah Mada.</p>
<p>Sebagai mana yang sampeyan tulis bahwa di seluruh Nusantara banyak orang gentar dengan Gajah Mada, pasti tidak sedikit yang marah, benci, iri.</p>
<p>untuk melawannya langsung tidak mungkin, karena sosok Gajah Mada yang sangat Agung.<br />
sehingga perlu muslihat unutk menjatuhkannya.</p>
<p>Dia tokoh besar yang cinta negaranya, dan peristiwa Bubat menyebabkan dia terpukul.<br />
membuat beliau malu adalah salah satu cara, begitupula dengan mengadu domba dengan pihak sunda.</p>
<p>jika kita membaca buku Arok Dedes, kejatuhan pemerintahan Sukarno dan jatuhnya pemimpin-pemimpin besar bangsa ini, ada kesamaan dengan kejatuhan kejayaan Gajah Mada.</p>
<p>Pejuang kita juga banyak yang kalah dengan penjajah dengan cara muslihat.</p>
<p>Coba Renungkan Peristiwa Bubat.</p>
<p>Adalah tindakan bodoh, dengan mengorbankan ribuan prajurit untuk menghadapi serombongan pengantar pengantin.</p>
<p>Beliau orang cerdas yang punya taktik dan strategi perang handal, walaupun rombongan itu penuh dengan orang sakti, bukan hal yang mustahil apabila Gajah Mada bisa mengalahkannya hanya dengan sedikit korban dari pihaknya.</p>
<p>semoga inin bisa menjadi renungan.</p>
<p>sehingga tidak perlu ada kebencian antara sunda dan jawa.</p>
<p>negara ini sedang krisis, perlua adanya jiwa kebangsaan dan kebersamaan tanpa permusuhan untuk membangun bangsa dan mengembalikan posisi pada semula.</p>
<p>HIDUP INDONESIA..!!!!!<br />
HIDUP NUSANTARA&#8230;!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dodik eko prasetyo</title>
		<link>http://nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm/comment-page-1#comment-1578</link>
		<dc:creator>dodik eko prasetyo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 07:03:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.nukilan.com/2007/04/22/gajah-mada-madakaripura-hamukti-moksa.htm#comment-1578</guid>
		<description>Pak Langit, Saya adalah orang yang nggak begitu hobby baca novel...terutama novel2x yang halamannya tebal.tapi ketika baca cerita tentang Gajah Mada entah mengapa saya nggak mau berhenti baca sampai lupa makan dan mandi. ini cerita hebat dengan gaya tutur yang hebat pula. bravo pak langit. terus berkarya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Langit, Saya adalah orang yang nggak begitu hobby baca novel&#8230;terutama novel2x yang halamannya tebal.tapi ketika baca cerita tentang Gajah Mada entah mengapa saya nggak mau berhenti baca sampai lupa makan dan mandi. ini cerita hebat dengan gaya tutur yang hebat pula. bravo pak langit. terus berkarya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
