Mebangun Dunia Sains Di Indonesia

Pertama perlu saya jelaskan bahwa membangun indonesia tidaklah harus berarti bahwa yang bersangkutan harus balik dan berkarya di indonesia. Banyak kontribusi juga yang bisa dilakukan bagi indonesia jika seseorang memilih menetap di luar negeri.

Salah satu hal yg saya pikir penting bagi indonesia adalah membangun dunia akademis di indonesia yang berorientasi riset. Tetapi dengan keadaan sekarang, sulit sekali bagi seorang doktor yg baru selesai pendidikan di luar negeri dan balik ke indonesia utk mengubah keadaan. Realitas pertama begitu balik adalah kurangnya dana riset, bahkan pada level, gaji sebagai dosen juga sangat rendah. Jadi banyakan akhirnya harus pontang panting mencari penghasilan tambahan yang pada akhirnya membuat sang doktor muda meninggalkan idealisme awalnya. Uang memang bukanlah hal yg paling penting tapi kalau uang diberikan terlalu minim ya penting juga utk diperhatikan.

Solusi masalah ini saya kira jangka panjang. Kita butuh sebagian saintis balik ke indonesia dan berjuang membangun dunia riset di indonesia (istilah yang dipakai Dr. Terry Mart adalah menjadi fisikawan militan). Tapi kita butuh juga sebagian menetap di luar negeri, menjadi saintis unggul sehingga bisa membantu yg di indonesia. Bantuan bisa berupa kerja sama riset, juga membuka jalan bagi yang ingin melanjutkan studi di luar negeri. Proses ini perlahan sekali, bisa memakan waktu puluhan tahun, tapi saya kira memang ini jalan satu satunya.

Di APS (American Physical Society) march meeting di denver maret lalu, saya punya kesempatan bertemu beberapa orang indonesia yang kebetulan hadir juga di konferensi ini. kami berdiskusi juga ttg isu yg disebut andrey ini, bagaimana cara optimal bagi kita semua untuk membantu pengembangan dunia akademis/riset di indonesia. Prof Nelson Tansu katakan bahwa penting bagi doktor muda yg baru selesai utk mengumpulkan banyak pengalaman di luar negeri sebelum balik ke indonesia.

Kalau kita perhatikan, dunia bisnis dan industri di indonesia sangatlah kurang kreativitas. Group bisnis umumnya hanya menjalankan hal yg lama tanpa banyak inovasi baru. Bandingkan dgn bisnis di US. Microsoft, intel, Facebook, google, schlumberger, dan banyak lagi dimulai oleh orang muda dgn ide yg baru. Ini juga suatu cerminan bahwa dunia akademis kita masih belum berhasil mendorong kreativitas lulusannya.

Saya sendiri memilih balik ke indonesia (mudah mudahan dalam bbrp bulan ke depan) dan berkarya lewat TOFI. Saya percaya bahwa melalui proses ini kita bisa menseleksi anak anak terbaik indonesia dan memberi mereka fasilitas untuk mengembangkan diri. Semoga di masa depan mereka mereka ini bisa menjadi salah satu tulang punggung pembangunan indonesia.

Salam
Hendra Kwee
Physics Department
College of William and Mary
Williamsburg VA

One thought on “Mebangun Dunia Sains Di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>